Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Berikan Anugerah Kebudayaan kepada 10 Seniman dan Budayawan
Gentra Jabar, Bandung Barat – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberikan Anugerah Kebudayaan kepada sepuluh individu yang telah berkontribusi besar dalam melestarikan dan mengembangkan seni serta budaya di daerah tersebut. Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah acara yang bertemakan Darma Budaya Bleg Tambleg Sabelegedeg yang digelar di Hotel Panorama, Lembang, pada Jumat malam, 14/11/2025.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang membuka acara penghargaan tersebut, menyampaikan bahwa salah satu visi misi Kabupaten Bandung Barat yang tertuang dalam RPJMD adalah memajukan kebudayaan daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memberikan dukungan penuh kepada para seniman dan budayawan dalam upaya pelestarian kebudayaan.
“Pemberian Anugerah Kebudayaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para seniman, pelaku seni, dan budayawan yang telah berkontribusi dalam memelihara dan mengembangkan budaya kita. Kami berharap penghargaan ini dapat memberikan semangat bagi mereka untuk terus berkarya,” ujar Asep Ismail.
Tema Darma Budaya Bleg Tambleg Sabelegedeg yang diusung dalam acara ini memiliki makna yang mendalam. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB, Asep Dendih, tema tersebut mencerminkan karya budaya yang kokoh dan tak tergoyahkan, sebagaimana budaya yang dilestarikan oleh para seniman dan budayawan.
Anugerah Kebudayaan KBB 2025 ini merupakan yang kedua kalinya diberikan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk melindungi, membina, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan secara luas.
Secara teknis, pemberian Anugerah Kebudayaan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 47 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan Kebudayaan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.
Suhendi, penilai dari IBI Bandung yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya penghargaan ini sebagai pengakuan terhadap para maestro yang telah mengabdikan dirinya dalam pelestarian kebudayaan selama bertahun-tahun. “Penilaian penghargaan ini bukan hanya berdasarkan kontribusi sesaat, tetapi juga bagaimana dedikasi mereka dalam menjaga dan melestarikan budaya di tanah air,” ungkap Suhendi.
Berikut adalah daftar lengkap penerima Anugerah Kebudayaan KBB 2025.
1. Ayo Sunaryo – Kategori Seni Tradisi Bidang Tari, Kecamatan Padalarang.
2. Erosyanti – Kategori Seni Tradisi Bidang Karawitan (Mamaos), Kecamatan Cipatat.
3. Elan Jaenawan – Kategori Seni Tradisi Bidang Sastra, Kecamatan Cisarua.
4. Cecep Suparna – Pelestari Pengrajin Wayang Golek, Kecamatan Cipatat.
5. Arief Nugraha Rawanda – Kategori Seni Tradisi Bidang Karawitan, Kecamatan Ngamprah.
6. Deden – Pelestari Kolecer, Kecamatan Cipongkor.
7. Roni Mardian – Pelestari Kolecer dan Dongeng Sunda/Sastra, Kecamatan Gununghalu.
8. Caca – Pelestari Mikul Lodong, Kecamatan Padalarang.
9. Oka Mamah, Bima – Kategori Seni Tradisi Bidang Karawitan, Kecamatan Ngamprah.
10. Observatorium Bosscha – Pelestari Cagar Budaya, Kecamatan Lembang.
Dengan pemberian Anugerah Kebudayaan ini, diharapkan semangat pelestarian dan pengembangan budaya di Kabupaten Bandung Barat akan semakin kuat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung para seniman dan budayawan dalam menjalankan peran penting mereka dalam menjaga warisan budaya yang ada. **Redaksi.
