Dugaan Pemotongan Anggaran Banprov di Desa Simpang, Warga Minta Aparat Usut Tuntas

 

Gentra Jabar, Kab, Purwakarta – Sejumlah warga Desa Simpang mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) pada salah satu kegiatan pembangunan di wilayah mereka. Warga menduga telah terjadi pemotongan anggaran oleh oknum Kepala Desa Simpang, sehingga dana yang diterima pihak pelaksana tidak sesuai dengan informasi yang tertera pada papan proyek.

Dari informasi yang dihimpun, warga menyebut bahwa jumlah dana dalam papan informasi proyek tidak sejalan dengan besaran dana yang diterima pihak ketiga. Perbedaan tersebut memicu kecurigaan adanya tindakan yang tidak semestinya dalam proses penyaluran anggaran.

“Di papan informasinya jelas tercantum, tapi pelaksana mengatakan menerima jauh lebih sedikit. Perbedaan ini yang membuat warga curiga,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Warga menilai pemerintah desa wajib memberikan penjelasan terbuka terkait ketidaksesuaian tersebut. Mereka juga meminta aparat penegak hukum baik Inspektorat maupun Kepolisian untuk memeriksa dan mengaudit penggunaan anggaran secara menyeluruh.

“Kalau benar ada pemotongan tanpa dasar yang jelas, itu sudah mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi dan harus diusut tuntas,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, oknum Kepala Desa Simpang yang diduga terlibat belum memberikan klarifikasi meski sudah beberapa kali dihubungi awak media.

Warga berharap transparansi anggaran benar-benar ditegakkan agar pembangunan desa berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat. **Redaksi