Keraton Solo Masuki Babak Baru, Modernisasi Jadi Fokus Pengukuhan Bebadan PB XIV

Gentra Jabar, Surakarta – Di balik khidmatnya prosesi pengukuhan Bebadan PB XIV yang berlangsung pada Rabu (26/11/2025), terselip pesan kuat mengenai arah baru tata kelola Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pengukuhan yang dipimpin langsung Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIV ini tak sekadar menandai susunan kabinet keraton, tetapi juga memproyeksikan wajah baru kepemimpinan yang lebih modern, terstruktur, dan terbuka terhadap perubahan zaman.

Jika pada masa sebelumnya keraton identik dengan tatanan yang cenderung statis, PB XIV justru membawa angin segar melalui berbagai langkah pembaruan. Salah satunya adalah penetapan masa jabatan lima tahunan bagi seluruh struktur bebadan—kebijakan yang belum pernah diterapkan dalam pemerintahan keraton sebelumnya.

“Sinuhun menghendaki adanya penyegaran. Evaluasi rutin akan membuat struktur pemerintahan lebih adaptif dan fungsional,” ujar GKR Panembahan Timoer, yang memimpin Sasana Wilapa dan turut menjadi figur sentral dalam proses pengukuhan ini.

Menariknya, formasi yang dikukuhkan kali ini bukan hanya mempertahankan struktur tradisional, tetapi juga menambah unit-unit baru yang mengarah pada modernisasi. Bebadan Keamanan kini diperkuat Satgas Jaga KSH, sementara Panitiradya Dokumentasi dan IT dibentuk untuk menangani digitalisasi dan arsip keraton—dua kebutuhan yang kian mendesak di era transformasi digital.

Sinuhun PB XIV juga memperkenalkan posisi Staf Khusus Raja, sebuah jabatan yang dirancang untuk menjadi penghubung kerja sama eksternal dan meningkatkan responsivitas keraton terhadap isu-isu publik.

“Keraton perlu berjejaring lebih luas. Struktur baru ini menjadi jembatan agar Keraton Surakarta tetap relevan dan komunikatif,” jelas GKR Timoer.

Sementara itu, Juru Bicara PB XIV, K.P.A. Singonagoro, menegaskan bahwa gelombang kedua pengukuhan akan dilakukan pekan depan, mencakup Penasehat Raja, Panitera pribadi, hingga lembaga hukum baru. Ia mengungkapkan bahwa para penasehat tersebut akan banyak diisi generasi muda dan para akademisi.

“Sinuhun PB XIV membuka era baru. Tokoh-tokoh muda dan cendekiawan akan memberi warna segar dalam penasehatan dan pengambilan kebijakan,” katanya.

Prosesi sakral ini juga memperlihatkan peran keluarga besar Paku Buwono yang tetap menjadi fondasi utama kepemimpinan keraton. Hadirnya ibunda Sinuhun serta tiga kakak perempuan beliau—GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, GKR Anom Sekar Jati, dan GKR Sekar Kirono—menegaskan bahwa keluarga inti tetap menjadi penggerak penting dalam tata kelola keraton.

Mereka tak sekadar hadir sebagai anggota keluarga, tetapi juga mengemban jabatan strategis: GKR Panembahan Timoer sebagai Pangageng Sasana Wilapa, GKR Anom Sekar Jati sebagai Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata, serta GKR Sekar Kirono sebagai Pangageng Pasiten. Keterlibatan aktif para putri dinasti ini memperlihatkan revitalisasi peran perempuan dalam institusi keraton.

Dengan susunan lengkap Bebadan PB XIV untuk periode 2025–2030, Keraton Surakarta kini memasuki fase baru yang lebih sistematis. Penataan ulang ini bukan sekadar administratif, tetapi mencerminkan komitmen PB XIV untuk mengembalikan peran keraton sebagai pusat budaya, spiritualitas, dan kebijaksanaan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Pengukuhan ini menjadi titik awal perjalanan baru PB XIV dalam menata kembali marwah Keraton Surakarta, dengan tetap berpegang pada paugeran tradisi namun tak menutup diri dari inovasi.

Di tangan generasi penerus dinasti Mataram, Keraton Solo tampak bersiap melangkah lebih luwes, modern, dan relevan bagi masyarakat masa kini. (Redaksi)