Pemkab Ciamis Ikuti Evaluasi Akhir P2WKSS Jabar, Desa Sukamulya Tampilkan Beragam Inovasi Pemberdayaan Perempuan

Gentra Jabar, KAB. CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis mengikuti evaluasi akhir Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini menjadi puncak pelaksanaan program pemberdayaan perempuan yang telah berjalan hampir satu tahun penuh.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa partisipasi daerahnya dalam program P2WKSS bukan sekadar mengikuti lomba, melainkan komitmen nyata untuk mendorong perubahan positif dalam kehidupan keluarga di masyarakat.

“Sebetulnya yang menjadi tujuan utama kami mengikuti lomba P2WKSS ini semata-mata agar terjadi perubahan keluarga menuju arah yang lebih baik,” ujar Herdiat.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis, Yoyo, menjelaskan bahwa P2WKSS di Desa Sukamulya dilaksanakan sejak Februari hingga November 2025. Program menyasar 100 kepala keluarga binaan melalui dukungan lintas perangkat daerah dan mitra kerja terkait.

Pada kesempatan tersebut, Yoyo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh elemen. Semoga program ini menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa P2WKSS mencakup berbagai dimensi pembangunan, mulai dari penguatan keluarga, perbaikan kualitas permukiman, peningkatan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Sejumlah kegiatan dilakukan melalui pembentukan kelompok, edukasi kesetaraan gender, pencegahan kekerasan, serta penguatan desa layak anak.

Di bidang kesehatan, warga mendapat pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), optimalisasi posyandu, kampanye rumah bebas asap rokok, hingga pengelolaan sampah melalui bank sampah. Desa juga membangun sarana air bersih serta MCK komunal untuk mendukung pola hidup sehat.

Pada sektor pendidikan, hadirnya PKBM untuk paket B dan C, pojok baca, dan taman bacaan menjadi penunjang literasi masyarakat. Ibu-ibu posyandu pun diwajibkan membaca sebagai upaya membangun budaya literasi keluarga.

Untuk perlindungan sosial, pemerintah desa melakukan pendataan keluarga pra-sejahtera, memperkuat penanganan kekerasan berbasis desa melalui UPTD terkait, melakukan pembinaan remaja mengenai keagamaan dan bahaya narkoba, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan.

Pemberdayaan perempuan menjadi prioritas melalui program Sekolah Perempuan (Sekoper) Jawa Barat yang diikuti warga binaan Desa Sukamulya. Selain itu, berbagai inovasi lokal lahir dari kreativitas masyarakat, di antaranya:

  • Kaswarga (Kader Asuh Warga)

  • Gerakan Gemes Cantik untuk pencegahan stunting

  • Sigini untuk pengolahan pangan lokal

  • Produksi olahan biji karet

  • Pembuatan pakan ternak dari keong

  • Pemanfaatan tanaman obat keluarga menjadi produk jamu

Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kemandirian desa.

Tim penilai dari DP3AKB Provinsi Jawa Barat beserta unsur akademisi, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan TP PKK Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi atas kelengkapan eviden, sinergi lintas sektor, serta konsistensi pelaksanaan program di Desa Sukamulya.

Program P2WKSS dinilai menjadi langkah strategis mendorong terciptanya desa yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera dengan perempuan sebagai penggerak utama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut agar perubahan yang tercipta dapat berlangsung berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi generasi mendatang. (Bu2n)