Wakil Walikota Cimahi Soroti Pentingnya Indeks Pembangunan Generasi Muda


Gentra Jabar, KOTA CIMAHI — Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa percepatan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada kualitas generasi mudanya. Ia mendorong penguatan Indeks Pembangunan Generasi Muda (IPGM) sebagai indikator penting dalam merancang kebijakan jangka panjang.

Menurut Adhitia, peningkatan IPGM bukan sekadar program tambahan, tetapi agenda strategis yang menyangkut masa depan Kota Cimahi. “Kalau kita bicara masa depan kota, maka kita bicara generasinya. IPGM harus menjadi acuan. Semakin tinggi indeks pembangunan generasi mudanya, semakin kuat masa depan Cimahi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa IPGM mencakup beberapa aspek penting seperti pendidikan, kesehatan, partisipasi, kepemimpinan, akses kreatif, hingga peluang ekonomi bagi anak muda. Semua aspek tersebut, kata Adhitia, harus dibangun melalui pendekatan kolaboratif dan bukan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha, komunitas, akademisi, dan anak mudanya sendiri harus terlibat. IPGM itu hanya akan naik jika ekosistemnya kita bangun bersama,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan generasi muda, Kota Cimahi kini mulai mengembangkan ruang-ruang kreatif, fasilitas belajar, hingga ekosistem kewirausahaan yang melibatkan Gen Z dan milenial. Melalui gerakan kolaboratif seperti Happiness, Adhitia ingin memastikan bahwa anak muda Cimahi tidak hanya menjadi penonton tetapi menjadi pelaku dalam pembangunan kota.

“Anak muda harus punya ruang, peran, dan kesempatan yang jelas. Mereka adalah mesin inovasi. Kalau ruangnya kita buka, kontribusinya akan terasa langsung dalam pembangunan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan IPGM akan berdampak langsung pada kemajuan kota. Ketika generasi muda sehat, terdidik, produktif, dan aktif, maka seluruh sektor pembangunan akan ikut bergerak.

“Cimahi akan maju kalau anak mudanya maju. Itu prinsip dasarnya. Dan kami berkomitmen mengawal itu secara serius,” tutup Adhitia. **Farhan